Getmenit.com, Tangerang – Harga minyak goreng rakyat merek MinyaKita kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, harga jual di beberapa daerah Indonesia meroket tajam hingga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per 27 Agustus 2025, rata-rata harga MinyaKita di pasaran saat ini tercatat Rp17.268 per liter. Meski demikian, terdapat beberapa daerah yang mengalami lonjakan harga ekstrem.
“Sebenarnya harga MinyaKita secara nasional sudah menunjukkan tren menurun sekitar 0,65 persen. Namun di sejumlah wilayah tertentu harganya masih sangat tinggi,” ungkap Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
Daerah dengan Harga MinyaKita Tertinggi
Beberapa wilayah di Papua tercatat sebagai daerah dengan harga MinyaKita paling mahal di Indonesia, antara lain:
- Kabupaten Pegunungan Bintang: Rp50.000 per liter
- Kabupaten Puncak Jaya: Rp45.000 per liter
- Kabupaten Lanny Jaya: Rp35.000 per liter
- Kabupaten Pegunungan Arfak: Rp35.000 per liter
Harga tersebut jelas jauh melampaui batas HET yang ditetapkan pemerintah, sehingga memberatkan masyarakat, terutama di daerah dengan akses logistik terbatas.
Amalia menegaskan, pemerintah bersama pemangku kepentingan terus berupaya menstabilkan harga MinyaKita agar lebih terjangkau oleh masyarakat. Distribusi pasokan hingga pengawasan di lapangan disebut menjadi langkah utama untuk mengendalikan harga.
“Harapannya tren penurunan terus berlanjut, sehingga harga MinyaKita bisa kembali mendekati HET dan masyarakat tidak terlalu terbebani,” tambah Amalia.
(Naz / Redaksi)
